Domain Prabowosandi.id dijual Rp 1 miliar

Usai deklarasi Prabowo Sandiaga Uno menjadi Capres dan Cawapres, muncul nama domain Prabowosandi.com dan Prabowosandi.id. Kedua domain tersebut dijual dengan harga Rp 1 miliar tetapi masih bisa nego. Tawaran melepas nama domain tersebut, tertera dalam alamat situs itu.

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Andi Budimansyah tak mengelak bahwa domain Prabowosandi.id adalah sah. Ini artinya secara hukum, domain tersebut telah dimiliki oleh orang lain.

“Secara pendaftaran, domain prabowosandi.id itu valid,” jelasnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Minggu (12/8).

Menurutnya, domain tersebut telah didaftarkan pada tanggal 9 Agustus 2018. Terkait dengan harga sampai miliaran rupiah, itu adalah mekanisme pasar.

Dari registrar PANDI sendiri, harga domain tersebut hanya sekitar Rp 275.000 per tahun. Namun, ketika sudah didapat dan dijual kembali, harganya ditentukan oleh si pendaftar.

“Jadi ada orang yang mendaftarkan, kemudian dijual kembali,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, merujuk UU ITE ada 3 hal prinsip pendaftaran nama domain. Prinsip pertama adalah pendaftar pertama. Kedua, tidak merugikan hal orang lain dan ketiga yakni tidak melanggar prinsip persaingan usaha.

“Saran saya kepada masyarakat ataupun pengusaha, apabila ada ide/gagasan membuat sebuah nama produk atau jasa tertentu, daftarkan juga nama domainnya sebelum disampaikan ke publik,” katanya.

Lalu, siapa yang mendaftarkan domain tersebut? Andi enggan membeberkan siapa di balik pembeli nama domain tersebut. Menurutnya, hal itu sudah masuk ke identitas pribadi seseorang dan telah diatur dalam kebijakan PANDI. Kebijakan tersebut juga sesuai aturan General Data Protection Regulation (GDPR).

Dikutip dari Liputan6.com, ketika dilakukan pengecekan siapa pemilik domain tersebut melalui laman Whois, diketahui bahwa si pemilik website adalah PT Anugerah Solusi Mandiri dengan kontak M Sigit Saputro. Alamat yang teregistrasi sebagai pemilik domain tersebut berada di Jalan Pangeran Antasari Nomor 4, Keturen, Tegal, Jawa Tengah, Indonesia.